Surat SUARA HATI dari Seorang Pemuja
Hai kamu! Kamu yang selama ini hanya bisa ku kagumi tapi tak bisa
untuk miliki. apa kabar? aku harap kamu baik-baik saja. Aku adalah seorang yang
kau kenal. tapi bagimu aku adalah sebatas kenalan saja, bagiku itu sudah cukup
untukKu karena setidaknya engkau mengenalku. Ketahuilah alasanku menuliskan
ini, karena hanya dengan ini aku bisa mengungkapkan segalanya yang seharusnya
tidak layak diungkapkan secara empat mata. Bukan aku tak punya nyali untuk
mengungkapnya, tapi siapa kamu itu intinya yang tak sepandan untuk bisa
kumiliki.
Mengagumimu sudah sekian lama, tanpa aku sadar membuatku jadi
pengamat tak kenal lelah. Ahh. Malu jadinya jika aku terlalu jujur mengapa aku
seperti ini karena mengenalmu. Meski tanpa harus bertatapan empat mata, kau dan
hal-hal kecil tentangmu tak pernah hilang dari ingatan yang Gila ini. Maaf jika
sesekali aku pernah begitu melayang untuk memikirkan akan menjadi “kita:, karna
hanya itu yang ku bisa jika aku diberi permintaan untukku oleh Tuhan jika bisa
kabulkan.
Karena bagiku bersamnya kita nanti atau tidak, adalah hal yang tidak
akan aku sesali, karena bagiku pemuja rahasiamu itu suduh cukup untukku betapa
kamu itu tak pernah membuatku merasa kesepian. Meskipun hanya sebatas pikiran
gila yang membuatku melayang entah itu bisa membuatku tersesat, ah aku tidak
peduli. Maaf aku pernah berdoa kepadanya untuk tidak siapapun bisa mendekatimu,
ketahuilah itu hal terjahat yang pernah aku lakukan entah untuk menutupi apa
yang seharusnya tak perlu aku lakukan, Gila!, mungkin itu responmu jika kau
menilaiku secara akal sehat. Tapi kalau dipikir secara cinta kamu akan tau
akulah salah satu manusia yang gila karena cinta, walau hanya sebatas pemujamu.
Ah aku kehabisan kata-kata untuk memujamu bukan karena aku mengemis supaya
untuk dipedulikan. Karena aku seorang
pemuja, cukup jadi pemuja, dan hingga Nanti tetap menjadi pemuja Rahasiamu.
No comments:
Post a Comment