Sunday, May 19, 2019

Fakultas Pertanian Universitas Flores ikut serta dalam membantu masyarakat dalam menemukan solusi masalah Petani.


Sabtu, 18 Mei 2019 kemarin beberapa mahasiswa dan sala satu Dosen perwakilan dari Fakultas Pertanian Universitas flores mengadakan kegiatan di salah satu kelompok tani desa di kabupaten Ende. Yaitu Dese Kedebodu kecamatan Ende Selatan, kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari pengabdian mahasiswa dan Dosen serta salah satu peran fakultas pertanian untuk mengambil bagian dalam membantu masyarakat untuk sama-sama mencari solusi dalam memecahkan persoalan yang dihadapi petani di Desa Kedebodu.
Salah satu persoalan yang dihadapi oleh kelompok tani ini  di Desa kedebodu adalah menurunya produksi Tanaman kakao selama 3 panen terahir. Dengan demikian Team dari fakultas pertanian bersama-sama dengan petani langsung turun ke lokasi perkebunan kakao untuk meneliti masalah yang menyebabkan menurunnya produksi tanaman kakao 3 panen terahir.
Langkah awal yang dilakukan team dari fakultas pertanian universitas flores bersama petani adalah mengamati secara langsung pada tanaman kakao di lapangan untuk mecari tau penyebab-penyebab masalah pada tanaman kakao. Setelah dilihat dan diteliti secara fisik pada tanaman kakao ditemukan beberapa masalah diantaranya adalah :
1.    Kurang maksimalnya sanitasi (pembersihan) dan pemangkasan pada tanaman kakao yang menyebabkan kurang stabilnya cahaya matahari yang tembus dan masuk pada lantai tanah di perkebunan kakao, sehingga menyebabkan perkembangan virus dan bakteri dan berakibat pada busuknya buah tanaman kakao.
2.    Ditemukan beberapa jenis hama pada tanaman kakao diantaranya adalah kepik penghisap helopeltis spp, kutu putih, dan penggerek yang menyebabkan buah dan daun tanaman rusak.
3.    Kondisi tanah yang keras sehingga tidak lancarnya sirkulasi udara dan cahaya matahari yang masuk.

4.    Cara yang salah dari petani dalam upaya pengendalian hama menggunakan asap. Padahal sesungguhnya menggunakan asap dapat menyebabkan daun tanaman kakao layu, sehingga daun kurang sempurna dalam melakukan proses fotosintesis.

Setelah ditemukannya masalah diatas Team dari Fakultas Pertanian membantu para petani untuk ikut memangkas ranting kering dan buah yang rusak pada tanaman kakao dan memberi penjelasan kepada para petani dan  Dengan bantuan Kaka Andre (mahasiswa) dan Ibu Irene Hutubesy (dosen Fakultas Pertanian) secara terperinci menjelaskan dan menawarkan solusi untuk tindak lanjut dalam upaya memecahkan masalah yang dihadapi para petani. 





Adapun solusi yang ditawarkan dari team fakultas pertanian diantaranya adalah :
1.    Melakukan sanitasi (pembersihan) yang rutin seperti ranting, cabang, dan daun. Dengan tujuan mengendalikan hama kakao, jika kotor akan menjadi sarang hama untuk berkembang biak.
2.    melakukan perorakan dan pemupukan dengan tujuan mencegah hilangnya tanah lapisan atas oleh erosi dan aliran permukaan (run off) dan menjaga kesetabilan unsur hara dalam tanah.
3.    Melakukan sambung samping dan sambung pucuk.

Selanjutnya Team dari Fakultas pertanian dan para petani di desa kedebodu bersepakat akan melakukan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan solusi diatas, yang akan dilaksanakan hari Jumad, 24 Mei 2019.

Kegiatan pengabdian mesyarakat merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh mahasiswa/i Faperta Uniflor, karena kegiatan ini tidak terlepas dari peran atau tanggung jawab Mahasiswa Faperta Universitas Flores terhadap masyarakat, untuk meningkatkan perekonomian para petani dan lebih khusus untuk mingkatkan hasil pertanian tanaman kakao yang berkualitas, untuk memupuk rasa persaudaraan antara mahasiswa dan masyarakat, dan melatih mahasiswa untuk beradaptasi ditengah masyarakat.

Tandas, Andrianus Adu. & Fransiskus S. Syukur

Thursday, May 2, 2019

Surat Suara Hati dari Seorang Pemuja

Surat SUARA HATI dari Seorang Pemuja

Hai kamu! Kamu yang selama ini hanya bisa ku kagumi tapi tak bisa untuk miliki. apa kabar? aku harap kamu baik-baik saja. Aku adalah seorang yang kau kenal. tapi bagimu aku adalah sebatas kenalan saja, bagiku itu sudah cukup untukKu karena setidaknya engkau mengenalku. Ketahuilah alasanku menuliskan ini, karena hanya dengan ini aku bisa mengungkapkan segalanya yang seharusnya tidak layak diungkapkan secara empat mata. Bukan aku tak punya nyali untuk mengungkapnya, tapi siapa kamu itu intinya yang tak sepandan untuk bisa kumiliki.
Mengagumimu sudah sekian lama, tanpa aku sadar membuatku jadi pengamat tak kenal lelah. Ahh. Malu jadinya jika aku terlalu jujur mengapa aku seperti ini karena mengenalmu. Meski tanpa harus bertatapan empat mata, kau dan hal-hal kecil tentangmu tak pernah hilang dari ingatan yang Gila ini. Maaf jika sesekali aku pernah begitu melayang untuk memikirkan akan menjadi “kita:, karna hanya itu yang ku bisa jika aku diberi permintaan untukku oleh Tuhan jika bisa kabulkan.
Karena bagiku bersamnya kita nanti atau tidak, adalah hal yang tidak akan aku sesali, karena bagiku pemuja rahasiamu itu suduh cukup untukku betapa kamu itu tak pernah membuatku merasa kesepian. Meskipun hanya sebatas pikiran gila yang membuatku melayang entah itu bisa membuatku tersesat, ah aku tidak peduli. Maaf aku pernah berdoa kepadanya untuk tidak siapapun bisa mendekatimu, ketahuilah itu hal terjahat yang pernah aku lakukan entah untuk menutupi apa yang seharusnya tak perlu aku lakukan, Gila!, mungkin itu responmu jika kau menilaiku secara akal sehat. Tapi kalau dipikir secara cinta kamu akan tau akulah salah satu manusia yang gila karena cinta, walau hanya sebatas pemujamu. Ah aku kehabisan kata-kata untuk memujamu bukan karena aku mengemis supaya untuk dipedulikan.  Karena aku seorang pemuja, cukup jadi pemuja, dan hingga Nanti tetap menjadi pemuja Rahasiamu.

Fakultas Pertanian Universitas Flores ikut serta dalam membantu masyarakat dalam menemukan solusi masalah Petani.

Sabtu, 18 Mei 2019 kemarin beberapa mahasiswa dan sala satu Dosen perwakilan dari Fakultas Pertanian Universitas flores mengadakan kegia...